Selasa, 28 April 2009

PENCEMARAN UDARA


Terjadinya Pencemaran Udara dan Penanggulangannya


Terjadinya pencemaran udara

Kelembaban udara bergantung pada konsentrasi uap air, dan H2O yang berbeda-beda konsentrasinya di setiap daerah. Kondisi udara di dalam atmosfer tidak pernah ditemukan dalam keadaan bersih, melainkan sudah tercampur dengan gas-gas lain dan partikulat-partikulat yang tidak kita perlukan. Gas-gas dan partikulat-partikulat yang berasal dari aktivitas alam dan juga yang dihasilkan dari aktivitas manusia ini terus-menerus masuk ke dalam udara dan mengotori/mencemari udara di lapisan atmosfer khususnya lapisan troposfer. Apabila bahan pencemar tersebut dari hasil pengukuran dengan parameter yang telah ditentukan oleh WHO konsentrasi bahan pencemarnya melewati ambang batas (konsentrasi yang masih bisa diatasi), maka udara dinyatakan dalam keadaan tercemar. Pencemaran udara terjadi apabila mengandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperoleh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut:

  • Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia.
  • Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.
  • Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.
  • Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.


Pencemaran Udara Yang Terjadi Di Indonesia

Indonesia merupakan negara di dunia yang paling banyak memiliki gunung berapi (sekitar 137 buah dan 30% masih dinyatakan aktif). Oleh sebab itu Indonesia mudah mengalami pencemaran secara alami. Selain itu adanya kebakaran hutan akibat musim kemarau panjang ataupun pembakaran hutan yang disengaja untuk memenuhi kebutuhan seperti terjadi di Kalimantan dan di Sumatera dalam tahun 1997 dan tahun 1998 menyebabkan terjadinya pencemaran yang cukup menghawatirkan, karena asap tebal hasil kebakaran tersebut menyeberang ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Asap tebal dari hasil kebakaran hutan ini sangat merugikan, baik dalam segi ekonomi, transportasi (udara, darat dan laut) dan kesehatan. Akibat asap tebal tersebut menyebabkan terhentinya alat-alat transportasi karena dikhawatirkan akan terjadi tabrakan. Selain itu asap itu merugikan kesehatan yaitu menyebabkan sakit mata, radang tenggorokan, radang paru-paru dan sakit kulit. Pencemaran udara lainnya berasal dari limbah berupa asap yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kedaraan bermotor dan limbah asap dari industri.

Cara penanggulangannya

Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.

Dampak negatif dan dampak positif

Di atas telah Anda pelajari bahwa pencemaran udara dapat memberikan dampak negatif bagi makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kebakaran hutan dan gunung api yang meletus menyebabkan banyak hewan yang kehilangan tempat berlindung, banyak hewan dan tumbuhan mati bahkan punah. Gas-gas oksida belerang (SO2 dan SO3) bereaksi dengan uap air, dan air hujan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat merusak gedung-gedung, jembatan, patung-patung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati atau tidak bisa tumbuh. Gas karbon monoksida bila terhisap masuk ke dalam paru-paru bereaksi dengan haemoglobin menyebabkan terjadinya keracunan darah dan masih banyak lagi dampak negatif yang disebabkan oleh pencemaran udara.

Pencemaran udara selain memberikan dampak negatif, juga dapat memberikan dampak positif antara lain, lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung berapi yang meletus, bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan batuan yang dikeluarkan gunung berapi yang meletus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.


sumber : situs kimia (chem-is-try.org)



Jumat, 03 April 2009

plastik

Pernah memperhatikan kode di atas ? Biasanya ada dikemasan plastik.
Keterangan dari kode di atas :

1 : Polyethylene Terephalate (PET/PETE)
Jika terdapat kode ini dalam sebuah bahan plastik, maka benda tersebut hanya dapat digunakan 1 X pakai. Hal ini dikarenakan zat kimia yang terdapat dalam kemasan jika semakin lama tersimpan maka zat kimia tersebut semakin banyak yang terlarut. Jangan memakai untuk menyimpan zat panas dalam kemasan ini karena zat polimernya akan meleleh dan akhirnya mempercepat pelarutan dalam makanan ataupun minuman.

Catatan : Nah Looo... coba periksa dibagian bawah Botol Air Minum Dalam Kemasan Kita... ternyata kode nya ini!!! artinya, jangan lagi masukin teh anget ke dalam nih gelas... hikkksss

2 : High Density Polyethylene (HDPE)
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan dan minuman yang dikemasnya. Biasanya barang yang dikemas menggunakan kode ini terlihat buram. Namun HDPE hanya disarankan sekali pakai saja karena terdapat senyawa bernama antimoni trioksida yang terus meningkat. Biasanya terdapat pada galon, botol susu bayi, alat kosmetik.

3 : Polyvinyl Chloride (PVC)
Jenis plastik dengan kode ini lebih sulit untuk didaur ulang. PVC mengandung zat bernama DEHA. Jika dalam keadaan suhu lebih dari 150 derajat akan bereaksi dengan makanan ataupun minuman dan dapat menyebabkan kanker, ginjal, dan masalah berat badan. Biasanya terdapat pada mainan anak-anak, kemasan bahan bangunan, pipa.

4 : Low Density Polyethylene (LDPE)
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5 : Polypropylene (PP)
Carilah dengan kode angka 5, jika membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Kode PP terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik berupa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

6 : Polystyrene (PS)
Bahan yang tertera kode ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan itu juga sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Biasanya kita menemukan kode ini pada sterofoam.
PS dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7 : Kategori lainnya (Other)
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER yang merupakan gabungan dari SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan PC (polycarbonate, Nylon).
OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Zat policarbonate yang terdapat dalam plastik ini juga sangat berbahaya pada bagi tubuh manusia.

Zat kimia yang ada di plastik sampai saat ini sulit dihilangkan dalam penggunaannya. Sebagai konsumen, kita hendaknya berhati-hati dalam memilih makanan. Paling tidak mengurangi bahaya yang masuk ke dalam tubuh kita sendiri.
Pernah memperhatikan kode di atas ? Biasanya ada dikemasan plastik.
Keterangan dari kode di atas :

1 : Polyethylene Terephalate (PET/PETE)
Jika terdapat kode ini dalam sebuah bahan plastik, maka benda tersebut hanya dapat digunakan 1 X pakai. Hal ini dikarenakan zat kimia yang terdapat dalam kemasan jika semakin lama tersimpan maka zat kimia tersebut semakin banyak yang terlarut. Jangan memakai untuk menyimpan zat panas dalam kemasan ini karena zat polimernya akan meleleh dan akhirnya mempercepat pelarutan dalam makanan ataupun minuman.

Catatan : Nah Looo... coba periksa dibagian bawah Botol Air Minum Dalam Kemasan Kita... ternyata kode nya ini!!! artinya, jangan lagi masukin teh anget ke dalam nih gelas... hikkksss

2 : High Density Polyethylene (HDPE)
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan dan minuman yang dikemasnya. Biasanya barang yang dikemas menggunakan kode ini terlihat buram. Namun HDPE hanya disarankan sekali pakai saja karena terdapat senyawa bernama antimoni trioksida yang terus meningkat. Biasanya terdapat pada galon, botol susu bayi, alat kosmetik.

3 : Polyvinyl Chloride (PVC)
Jenis plastik dengan kode ini lebih sulit untuk didaur ulang. PVC mengandung zat bernama DEHA. Jika dalam keadaan suhu lebih dari 150 derajat akan bereaksi dengan makanan ataupun minuman dan dapat menyebabkan kanker, ginjal, dan masalah berat badan. Biasanya terdapat pada mainan anak-anak, kemasan bahan bangunan, pipa.

4 : Low Density Polyethylene (LDPE)
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Pada suhu di bawah 60 derajat celsius sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5 : Polypropylene (PP)
Carilah dengan kode angka 5, jika membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. Kode PP terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.Karakteristik berupa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.

6 : Polystyrene (PS)
Bahan yang tertera kode ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan itu juga sulit didaur ulang. Jika harus didaur ulang, PS memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Biasanya kita menemukan kode ini pada sterofoam.
PS dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

7 : Kategori lainnya (Other)
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER yang merupakan gabungan dari SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene) dan PC (polycarbonate, Nylon).
OTHER dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Zat policarbonate yang terdapat dalam plastik ini juga sangat berbahaya pada bagi tubuh manusia.

Zat kimia yang ada di plastik sampai saat ini sulit dihilangkan dalam penggunaannya. Sebagai konsumen, kita hendaknya berhati-hati dalam memilih makanan. Paling tidak mengurangi bahaya yang masuk ke dalam tubuh kita sendiri.
  • PP (Polypropylene), merupakan bahan plastik yang digunakan untuk dipakai pada packing makanan kering / snack. sedotan, kantong obat, penutup, cup, tas, botol, dsb.
  • PE (Poly Ethylene), merupakan bahan plastik yang digunakan sebagai packing minuman atau barang-cairan, seperti es batu, syrup, maupun minuman lainnya.
  • OPP (Oriented Polystyrene), sangat bening, kurang tahan panas. Digunakan untuk mempacking roti & snack, t-shirt, jackets, baju. untuk Menambah keindahan dan penampilan product .Supaya tidak mudah robek dipergunakan double layer side & gusset.
  • HDPE (High Density Polyethylene), merupakan bahan plastik yang bewarna putih susu atau putih bersih. Digunakan untuk kantong tissue, botol detergent dan minyak, dan plastik anti panas, pipa plastik.shopping bag dan kantong plastik yang Cocok untuk kantung sayur makanan yang berkuah karena fleksibel dengan kekuatan tinggi.
  • LDPE (Low Density Polyethylene), merupakan bahan plastik yang digunakan untuk pelapis kaleng. Plastik pembungkus makanan supaya tetap hangat (food wrapping). Kantong grocery, bungkus roti, tas plastik fleksibel dengan kekuatan remas.
  • PET (Polyethylene Terephthalate) adalah polimer jernih dan kuat dengan sifat-sifat penahan gas dan kelembaban. Kemampuan plastik PET untuk menampung karbon dioksida (karbonasi) membuatnya sangat ideal untuk digunakan sebagai botol-botol minuman ringan (bersoda / terkarbonasi). Selain itu plastik PET juga sering digunakan sebagai botol air minum kemasan.
  • Polystyrene (PS) bersifat berubah bentuk & berbunyi. Bahan plastik yang digunakan untuk gabus (styrofoam, cup, box, tray daging, tempat telur)
  • Plastik Cor adalah bahan plastik yang biasa dipergunakan untuk pengecoran bangunan.
  • PVC (Poly Vinly Chlorine), merupakan bahan plastik yang dipergunakan untuk packing botol minyak, daging, pipa air dan jendela plastik.
  • Lunchbox Polystyrene, merupakan bahan plastik yang digunakan untuk packing makanan ringan, nasi, dll
  • Karet bahan karet berupa karet gelang, terbagi dari super dan campuran super terbuat dari bahan murni. Transparan dan bersifat kuat dan elastis. Tersedia ukuran kecil bahan campuran tidak bening, kurang elastis dan tersedia ukuran besar
  • Tissue terdiri dari berbagai merek seperti acura, finest, jolly, livi, nice, paseo, snowtex, topas, dan toply dengan beragam kegunaan: untuk toilet, facial, luncheon, handkerchief, dinner maupun untuk minuman disebut tissue cocktail.
  • Plastik Vacuum berupa campuran bahan nylon dan PE/PVC digunakan untuk membungkus sayur, buah, daging yang hampa udara dan siap dimasak / dimakan
  • Plastik Mika berbahan campuran antara bahan PP/PE/PVC biasanya digunakan untuk album, taplak meja, sampul, bungkus dll.